Sidang Pleno Senat Akademik 7 Agustus 2026

Sidang Pleno Senat Akademik 7 Agustus 2026

Bandung — Senat Akademik (SA) Institut Teknologi Bandung (ITB) tengah membahas rancangan kebijakan bertajuk “Kebijakan Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial dalam Kegiatan Akademik dan Tata Kelola ITB” yang mengatur penggunaan AI secara etis dan bertanggung jawab di lingkungan kampus, dengan tiga poin penting yang menjadi sorotan: pertama, AI ditegaskan hanya berfungsi sebagai alat bantu dan bukan pengganti manusia, sehingga keputusan akhir tetap berada di tangan mahasiswa, dosen, atau peneliti, dan AI tidak boleh dicantumkan sebagai penulis karya ilmiah; kedua, terdapat larangan tegas terkait kecurangan akademik, di mana mahasiswa dilarang menyerahkan hasil kerja AI sebagai karya pribadi tanpa kajian dan kontribusi intelektual sendiri, memakai AI saat ujian yang melarangnya, atau menggunakannya untuk plagiarisme dan manipulasi data; dan ketiga, setiap pemanfaatan AI yang berkontribusi signifikan wajib diungkapkan secara jujur dan transparan, serta hasilnya harus diverifikasi lebih dulu sebelum dijadikan dasar publikasi ilmiah maupun pengambilan keputusan di kampus.

Pada sesi pembahasan agenda berikutnya, Panitia Adhoc Senat Akademik (SA) Institut Teknologi Bandung (ITB) memaparkan hasil kajian mengenai penataan kampus-kampus ITB di berbagai lokasi dalam Rapat Pleno Senat Akademik pada 7 Agustus 2026, sebagai bagian dari persiapan ITB menuju target masuk 150 kampus terbaik dunia pada 2030, dengan tiga hal utama yang dibahas: pertama, seluruh kampus ITB—baik di Ganesha maupun daerah lain—tetap merupakan satu ITB dengan standar mutu dan reputasi yang sama, namun tiap kampus didorong mengembangkan keunggulan riset dan bidang studi yang berbeda agar saling melengkapi, bukan sekadar menjadi “cabang” tanpa ciri khas; kedua, panitia mengungkap sejumlah kendala nyata di kampus-kampus baru, seperti masih kurangnya dosen tetap sehingga suasana akademik belum terbentuk optimal, fasilitas yang belum memadai, serta tantangan pembiayaan agar setiap kampus bisa mandiri secara ekonomi; dan ketiga, karena kondisi setiap kampus berbeda-beda, Senat Akademik mengusulkan agar standar kelulusan tetap sama tingginya untuk semua mahasiswa ITB, tetapi cara mencapainya boleh disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kampus, misalnya lewat dukungan tambahan bagi kampus yang fasilitasnya belum selengkap kampus utama.

 

Berita Terkait