Sambutan Ketua SA pada Acara Sidang Terbuka Dies Natalis ke – 67 Institut Teknologi Bandung. 2 Maret 2026.
Bandung, Ketua Senat Akademik Institut Teknologi Bandung Prof. Edy Tri Baskoro, M.Sc., Ph.D. memberikan Sambutan pada Acara Sidang Terbuka Dies Natalis ke – 67 Institut Teknologi Bandung. di Aula Barat, ITB Kampus Ganesha, Senin, 2 Maret 2026.
Refleksi, Relevansi, Reputasi, dan Persistensi: Membangun universitas secara berkelanjutan dan inovatif di tengah tantangan global

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.
Mari kita panjatkan segala puji syukur kepada Sang Ilahi, Tuhan Semesta Alam yang telah memberi nikmat yang tak hingga banyaknya, termasuk nikmat kesehatan dan kesempatan, sehingga kita dapat menghadiri acara Dies Natalis ke-67 Institut Teknologi Bandung.
Perkuliahan Semester II 2025/2026 telah berlangsung dengan baik dan lancar selama kurang lebih 3 minggu. Saya sampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa atas dedikasi dan komitmen untuk senantiasa menghadirkan karya terbaiknya untuk ITB, bangsa, dan masyarakat. Apresiasi juga kepada pimpinan ITB yang terus memastikan jalannya kegiatan tridarma yang berkualitas. Semoga hal ini dapat menjadi bekal dalam menghadapi tantangan ke depan yang dipastikan penuh dengan kompleksitas.
Tepat 67 tahun lalu Institut Teknologi Bandung diresmikan dengan mandat dari Bapak Bangsa Indonesia, Ir. Soekarno. Tanggal bersejarah ini bukan sekadar penanda usia institusi, melainkan momentum reflektif untuk mengevaluasi perjalanan panjang kita sebagai perguruan tinggi yang terkemuka. Dari kampus bersejarah yang kita jaga dengan penuh kasih hingga kini, ITB telah melahirkan ratusan ribu alumni yang berkiprah di berbagai sektor pembangunan nasional maupun internasional. Pada kesempatan ini, pidato saya mengusung tema “Refleksi, Relevansi, Reputasi, dan Persistensi: Membangun Universitas secara Berkelanjutan dan Inovatif di Tengah Tantangan Global”. Tema ini diharapkan menjadi kompas navigasi yang akan menuntun langkah strategis ITB ke masa depan.

Refleksi kita mulai dengan apresiasi atas kegiatan Rektor dan jajarannya sejak mulai menjabat di awal tahun 2025, yang telah mendekatkan ITB ke masyarakat luas dalam berbagai kegiatan, mulai dari penyambutan mahasiswa baru, kepedulian atas pendidikan pra-universitas, program ekspedisi patriot, bantuan untuk daerah yang dilanda bencana alam, dan banyak lagi lainnya. Usaha ini secara nyata telah membuktikan diri ITB sebagai agen perubahan yang peduli pada masyarakat nasional, keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial.
Atas capaian selama satu tahun terakhir, sebagaimana telah diungkapkan dalam Temu Awal Semester 2026, Rektor telah menyampaikan berbagai status kemajuan ITB dalam berbagai aspek: akademik dan kemahasiswaan, riset, inovasi dan kemitraan, sumber daya dan, berbagai aspek strategis lain. Satu hal yang sangat perlu digarisbawahi dari forum tersebut adalah penekanan pada pentingnya transformasi menuju Visi ITB 150 pada tahun 2030. Visi ini, telah diamanatkan oleh MWA dan tertuang dalam Renstra ITB 2026-2030. Hal ini merupakan komitmen kolektif untuk menempatkan ITB sebagai perguruan tinggi kelas dunia yang memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan peradaban.
Dalam konteks peringkat global, kita perlu melihat dengan jujur posisi ITB dalam pemeringkatan QS World University Rankings. Meskipun kita telah menunjukkan peningkatan peringkat dalam beberapa tahun terakhir, persaingan ketat dengan universitas-universitas terkemuka di dunia tidak akan menjadi semakin ringan. Komitmen ITB untuk mencapai peringkat 150 besar dunia pada tahun 2030 akan membutuhkan sinergi yang luar biasa dari seluruh elemen universitas. Peningkatan bertahap seperti yang terjadi selama ini, apalagi dilakukan dengan praktik “business as usual”, tidak akan mampu mengakselerasi ITB ke tingkat terkemuka, mengingat universitas lain juga tentunya akan mengupayakan hal yang serupa, persaingan sengit akan selalu terjadi. ITB perlu mengadopsi paradigma baru, dan mengambil langkah-langkah strategis dan cerdas untuk melakukan akselerasi. Kajian terhadap target ITB dikaitkan dengan keadaan sekarang, seperti yang dikemukakan Rektor pada pertemuan awal semester, menunjukkan tiga faktor yang sangat krusial dan mendesak untuk diakselerasi adalah: banyaknya sitasi, internasionalisasi dalam arti banyaknya mahasiswa internasional/asing, dan kemitraan riset internasional yang signifikan.
Perlu juga kita ingat, memang benar bahwa peringkat bukanlah tujuan akhir. Tujuan utama kita adalah bagaimana mengakselerasi riset, inovasi dan kontribusi yang signifikan dan diakui secara global, sehingga pada akhirnya ITB mendapat rekognisi masyarakat secara luas, khususnya oleh masyarakat akademis. Peringkat adalah metrik agar usaha yang kita lakukan menjadi lebih terstruktur dan terukur. Pencanangan ‘Satu ITB ‘ adalah langkah awal untuk menyatupadukan langkah kita ke arah ini.
Senat Akademik ITB, bersama Majelis Wali Amanat dan Rektor, berkomitmen untuk terus mendukung tata kelola akademik yang transparan, akuntabel, dan berkualitas. Beberapa ketetapan dan peraturan penting Senat Akademik baru-baru ini telah dihasilkan, untuk mendukung secara normatif akselerasi tersebut, di antaranya:
- Norma Standar Profil Dosen Institut Teknologi Bandung (Peraturan Senat Akademik ITB No. 10, Tahun 2024). Peraturan ini mendeskripsikan profil dosen ITB dalam indeks dan parameter keberhasilan yang jelas dan terukur. Peraturan ini juga mendeskripsikan Sistem Manajemen Reward di mana dosen diapresiasi sebagai modal insani dalam semua aspeknya, termasuk kepakaran, karir dan penugasan untuk menjamin perkembangan dan kemajuan ITB
- Tata Kelola Dosen Institut Teknologi Bandung (Peraturan Senat Akademik ITB No. 04, Tahun 2025) yang menjadi norma bagi pengembangan tata kelola dosen. Tandem dengan Norma Standar Profil, keduanya memberikan landasan bagi sinergi usaha semua pihak ITB.
- Norma Pengelolaan Penelitian, Inovasi, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerjasama dan Layanan Kepakaran (PIPMKK) (Peraturan Senat Akademik ITB No 3 Tahun 2025) yang menetapkan kerangka yang terencana, akuntabel, inovatif, kolaboratif, kompetitif, dan berkelanjutan dalam mendukung keunggulan ITB pada Tridharma. Kegiatan PIPMKK diarahkan pada empat ranah strategis—kebutuhan daerah, prioritas nasional, isu global, serta frontiers in sciences dan strategic technologies—untuk meneguhkan ITB sebagai institusi yang relevan secara lokal dan dihormati secara global (locally relevant, globally respected).
- Perumusan Program Kerja Senat Akademik 2026 dalam rangka menuju ITB 150 Top Dunia 2030. Program kerja ini mencakup penyusunan norma strategis tentang internasionalisasi, pendidikan terintegrasi unggulan, diferensiasi publikasi, sistem monitoring target, penguatan multi-kampus, serta revitalisasi kelompok keahlian dan pusat riset.
Capaian yang ditargetkan tidak terlepas dari sinergi antara Senat Akademik, Majelis Wali Amanat, dengan pimpinan universitas, fakultas, dan seluruh sivitas akademika. Namun, kita juga perlu akui, bahwa tantangan ke depan semakin kompleks dan berat, terutama dalam konteks persaingan global yang semakin ketat, ketidakpastian ekonomi, dan perubahan tatanan politik yang berpotensi menggeser pusat-pusat pengetahuan. Dalam lanskap seperti ini, range perspekstif, kemampuan, dan keterampilan yang mendalam sangatlah diperlukan hampir di seluruh sektor, baik industri maupun di pasar, untuk membantu kita membuat keputusan yang berimbang, dan efektif. (Deloitte, Global Impact Report 2025)
Tantangan kredibilitas ilmu pengetahuan di era informasi yang membludak juga menjadi isu krusial. Hoaks, disinformasi, dan alternate truth telah merusak fondasi kebenaran ilmiah yang selama ini menjadi pilar perguruan tinggi. Sebagai institusi yang menghasilkan dan mendiseminasikan pengetahuan, ITB memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk menjadi benteng pertahanan atas kebenaran ilmiah dan penalaran kritis.
Terlepas dari segala usaha kita untuk menyongsong ITB menjadi universitas terkemuka secara global, saya ingin mengajak seluruh sivitas akademika ITB untuk merefleksikan kembali fundamental keilmuan yang telah menjadikan kita institusi terkemuka. Laporan The Era of Mathematics (yang difasilitasi oleh the Engineering and Physical Sciences Research Council (EPSRC) and the Knowledge Transfer Network, UK 2018) menunjukkan data yang sangat menarik tentang tingkat pengembalian investasi (return on investment) untuk berbagai disiplin ilmu.
Berdasarkan data dari EPSRC reports yang berasal dari Deloitte (Deloitte, 2012: “Measuring the economics benefits of mathematical science research in the UK”)) manfaat ekonomi tahunan untuk beberapa disiplin ilmu diperkirakan sebagai berikut: Teknik £280 miliar, Fisika £77 miliar, Kimia £258 miliar, dan Ilmu Matematika £208 miliar. Jika kita bandingkan dengan total pengeluaran penelitian nasional pada periode 2008-2013—Teknik £3,194 juta, Fisika £2,494 juta, Kimia £1,049 juta, dan Ilmu Matematika £354 juta—maka rasio multiplisitas pengembalian investasi (benefit-to-cost ratio) adalah sebagai berikut: Teknik 88, Fisika 31, Kimia 246, dan Ilmu Matematika 588.
Data ini menunjukkan bahwa ilmu matematika dan sains dasar memiliki tingkat pengembalian investasi yang luar biasa tinggi, jauh melebihi disiplin ilmu lainnya. Hal ini mengkonfirmasi bahwa apa yang telah dilakukan ITB terdahulu dengan menekankan matematika dan sains dasar dalam proses pendidikannya, sebenarnya sangat tepat dan sesuai dengan temuan internasional. Kecenderungan ini yang seharusnya kita pertahankan secara persisten untuk mencapai tujuan inovasi dan kontribusi yang berdampak luas.

Yang saya hormati seluruh sivitas akademika ITB.
Perjalanan menuju visi ITB 150 pada 2030 tentu akan penuh tantangan. Namun, dengan semangat Refleksi, Relevansi, Reputasi, dan Persistensi saya yakin kita dapat mencapainya. Mari kita bersatu dalam semangat ilmu dan budi, dengan terus menegaskan komitmen kita terhadap kebenaran, kebaikan, dan keindahan.
Menghadapi persaingan global yang keras, ITB perlu mengambil langkah strategis untuk mencapai inovasi dan kontribusi yang diakui oleh dunia. Kunci utamanya adalah konsistensi dan persistensi atas apa yang telah kita tetapkan. Kita tidak boleh mudah goyah oleh isu-isu sesaat yang dapat mengalihkan perhatian dari tujuan jangka panjang kita.
Kepada para dosen, teruslah menginspirasi dan membimbing generasi muda dengan penuh dedikasi. Kepada para mahasiswa, jadilah agen perubahan yang kritis, kreatif, dan berintegritas. Kepada para tenaga kependidikan, teruslah menjadi tulang punggung yang kokoh bagi kemajuan institusi ini. Dan kepada para alumni, teruslah menjaga nama baik almamater dengan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Akhirnya, atas nama Senat Akademik ITB, saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan akademik ITB. Semoga ITB terus bersinar dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan peradaban.
Selamat Dies Natalis ke-67 Institut Teknologi Bandung. Jayalah ITB, Jayalah Bangsa Indonesia! Salam Satu ITB.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bandung, 2 Maret 2026
Prof. Edy Tri Baskoro, M.Sc., Ph.D.
Ketua Senat Akademik ITB

No Comments